Sekolah Menengah Pertama (SMP)

26 Februari 2018 - Kategori Blog

Sekolah Menengah Pertama (SMP) diikuti setelah menyelesaikan pendidikan atau lulus dari Sekolah Dasar (SD) atau sederajat. Seperti yang telah diketahui, sekarang ini pemerintah telah memberlakukan program Wajar (Wajib Belajar) 9 tahun, yakni SD-SMP. SMP ditempuh dalam waktu 3 tahun dengan pembagian kelas berupa kelas 7, 8, sampai 9. Pada umumnya, pelajar SMP memiliki rentang usia 13-15 tahun. Untuk mengetahui SMP lebih mendalam, ada baiknya anda simak info lengkapnya berikut ini.

Sejarah/Asal-Usul SMP

SMP dulunya disebut dengan nama Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), yakni di tahun ajaran 1994/1995 sampai 2003/2004. Namun jauh sebelum dinamakan SLTP, SMP telah dinamakan MULO. MULO ialah singkatan dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs yang diselenggarakan pada masa penjajahan Belanda.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Pada dasarnya, SMP diadakan oleh pemerintah maupun swasta. Pengelolaan SMP negeri di Indonesia sebelumnya berada dibawah Kementerian Pendidikan Nasional. Namun, sejak diberlakukannya otonomi daerah di tahun 2001, pengelolaan SMP negeri saat ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sekarang ini Kementerian Pendidikan Nasional hanya bertugas sebagai regulator pada bidang standar nasional pendidikan.

Jika dilihat secara struktural, SMP negeri adalah unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota. Ketika belajar di SMP atau sederajat, pelajar usia SMP bisa memilih sekolah yang ia inginkan. Adapun pilihan sekolah tersebut meliputi:

  • SMP Negeri atau SMP Swasta
  • SD dan SMP dalam satu atap
  • SMP terbuka
  • MTs Negeri atau MTs Swasta ataupun sekolah lainnya yang sederajat
  • Pondok Pesantren Salafiyah yang mengadakan program Wajib Belajar

SMP negeri di Indonesia biasanya menggunakan seragam berwarna putih biru untuk hari-hari biasa, seragam coklat sebagai seragam pramuka atau hari tertentu, dan di sekolah-sekolah tertentu mengenakan seragam berwarna putih-putih untuk upacara bendera. Upacara bendera itu sendiri dilaksanakan setiap hari Senin pagi sebelum kegiatan akademis belajar mengajar dimulai.

Tujuan SMP

Didirikannya SMP bukan tanpa alasan. SMP memiliki tujuan tertentu yang sangat bermanfaat bagi semua pihak terkait. Adapun tujuan SMP ialah untuk melanjutkan pengetahuan dasar yang didapatkan dari SD atau sederajat. SMP juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap krritis dan keingintahuan mengenai beragam nilai yang berkaitan dengan kehidupan, seperti nilai keagamaan, kesusilaan, kemasyarakatan, kebangsaan, hingga keindahan.

Fungsi SMP

Selain memiliki tujuan, SMP juga mempunyai fungsi tertentu. Berikut beberapa fungsi SMP.

  • Memberikan layanan kepada peserta didik supaya mampu mendapatkan pengetahuan ataupun kemampuan-kemampuan akademik yang diperlukan dalam kehidupan.
  • Memberikan layanan kepada peserta didik supaya bisa hidup bersama ataupun bekerja sama dengan pihak atau orang lain.
  • Untuk memberi layanan kepada peserta didik supaya bisa mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan.
  • Memberikan layanan kepada peserta didik supaya bisa mewujudkan cita-cita ataupun mengaktualisasikan dirinya sendiri.

Manfaat SMP

Lembaga pendidikan jenjang SMP tentu saja memiliki banyak manfaat. Adapun beberapa manfaat SMP ialah sebagai berikut.

  • Sebagai Identitas Diri

Setelah lulus dari suatu institusi pendidikan, seperti SMP, biasanya akan menerima sertifikat atau ijazah khusus yang berisi pengakuan bahwa kita merupakan orang yang terpelajar. Sertifikat atau ijazah tersebut juga menunjukkan bahwa kita mempunyai kualitas yang baik dan bisa diandalkan. Apabila disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan pada suatu lowongan pekerjaan, maka rata-rata orang yang terpelajarlah yang akan memperoleh pekerjaan tersebut.

  • Melatih Kemampuan Akademis

SMP adalah salah satu sarana untuk melatih dan mengasah kemampuan menghafal, memecahkan masalah, menganalisa, logika, dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada kemampuan akademisnya. Orang yang tidak sekolah umumnya tidak mempunyai kemampuan akademis yang baik. Dengan begitu, bisa jadi pembeda dengan orang yang bersekolah. Perlu diketahui, kehidupan di masa depan tidak semudah dan seindah seperti saat ini sebab dibutuhkan perjuangan, kerja keras, dan bekal ilmu pengetahuan yang banyak.

  • Membangun Jiwa Sosial dan Pertemanan

Dengan bersekolah, seperti SMP, kita bisa bertemu dengan banyak teman. Hal ini tentu saja akan memperluas hubungan sosial dalam lingkup pertemanan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan bekerja sama sesama teman karena sudah saling kenal dan percaya. Dengan mempunyai teman, maka kebutuhan sosial bisa terpenuhi secara baik.

  • Pengembangan Diri dan Daya Kreativitas

Di sekolah, seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP), kita dituntut untuk mengikuti beragam program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar. Hal ini tentu saja bisa mengembangkan bakat dan minat pada diri seseorang. Semakin banyak mempunyai keahlian serta daya kreativitas, maka akan semakin baik pula kualitas diri seseorang. Sekolah memang menjadi suatu mediator pengembangan diri. Pengembangan diri ini juga mencangkup mental, fisik, dan sikap disiplin. Sekolah memang mengharuskan murid untuk datang dan pulang sesuai aturan yang berlaku serta melaksanakan jadwal sekolah. Hal ini tentu saja meningkatkan kedisiplinan, mental, dan fisik murid.

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter